Posted by: agushasanudin04 on: 5/02/09
Alat ini akan menampilkan informasi yang ditampilkan melalui layar LCD antara lain adalah
· Informasi nilai Kurs Valuta Asing
· Informasi Kurs Bank
· Informasi Suku Bunga
· Tulisan berjalan (iklan)
Posted by: agushasanudin04 on: 5/02/09
Alat ini sebagai media transaksi nasabah pengganti ATM : Cek saldo,transaksi tanpa lewat ATM dengan cara Internet. Adapun kegunaan aplikasi alat ini adalah :
• Display produk, sehingga produk asli tidak perlu ditampilkan atau difungsikan karena semua manfaat produk dapat dilihat di layar Monitor.
• Information System terhadap data yang dimiliki perusahaan
• Informasi,Produk , Company Profile dan Internet Banking
• Media promosi menggantikan poster yang ditempel di dinding atau neon box.
• Menggunakan monitor LCD 17” touch screen
Posted by: agushasanudin04 on: 5/02/09
Network Integrator adalah sistem yang menghubungkan multijaringan, sehingga menjadi kesatuan sistem. Network Integrator diimplementasi pada perusahaan atau instansi yang mempunyai banyak cabang. Sistem ini lebih secure dalam pengiriman data, disebabkan menggunakan jalur private dan tidak menggunakan jalur internet.
Posted by: agushasanudin04 on: 3/02/09
Perangkat pemancar yang bekerja pada frekuensi 3 – 7 GHz yang mempunyai fungsi untuk menstrasmisikan informasi dari satu stasiun/titik ke stasiun /titik lain (point to point) atau satu stasiun ke banyak stasiun lain (point to multipoint)
Posted by: agushasanudin04 on: 30/12/08
Sistem Antrian saat ini merupakan modal sebagai sevice excellen bagi kepuasan pelanggan dalam menunggu antrian pembayaran atau saat menabung.
Saat ini apabila anda menginginkan membuat atau membeli sistem antrian dapat berkonsultasi pada kami atau anda mempunyai biaya berapa nanti akan kami buatkan
he..he.. jualan nich
Posted by: agushasanudin04 on: 12/09/08
Membangun RT/RW Net adalah suatu konsep dimana beberapa komputer dalam suatu perumahan atau blok dapat saling berhubungan dan dapat berbagi data serta informasi. Konsep lain dari RT/RW Net adalah memberdayakan pemakain internet dimana fasilitas internet tersedia selama 24 jam sehari selama sebulan dimana biaya yang akan dikeluarkan akan murah karena semua biaya pembangunan infrastruktur, operasional dan biaya langganan akan ditanggung bersama.
Konsep RT-RW-Net sebetulnya sama dengan konsep Warnet, pemilik warnet akan membeli atau menyewa pulsa atau bandwith dari penyedia internet / ISP (Internet Service Provider) misalkan Telkom, Indosat atau Indonet, lalu dijual kembali ke pelanggan yang datang menyewa komputer untuk bermain internet baik untuk membuka Email, Chating, Browsing, Main Game dll. Apakah RT/RW Net ini Murah ? Jawabanya adalah iya. Mari kita ambil contoh dengan menyewa komputer di Warnet dengan Rp.3.500 /jam. Asumsikan kita menyewa selama 4 jam perhari maka biaya yang akan dikeluarkan selama sebulan adalah Rp. 420.000. Bandingkan dengan RT/RW net ini dengan asumsi kita berlangganan Speedy untuk besaran bandwith 384Kb yang harganya Rp. 750.000 perbulan. Maka jika jumlah warga yang bergabung misalkan 10 orang maka sebulan warga hanya akan membayar kurang lebih 75.000. Biaya tersebut termasuk sangat murah karena pelanggan akan bebas menggunakan internet selama 24 jam sehari selama sebulan penuh.
RT/RW-Net adalah jaringan komputer swadaya masyarakat dalam ruang lingkup RT/RW melalui media kabel atau Wireless 2.4 Ghz dan Hotspot sebagai sarana komunikasi rakyat yang bebas dari undang-undang dan birokrasi pemerintah. Pemanfaatan RT/RW Net ini dapat dikembangkan sebagai forum komunikasi online yang efektif bagi warga untuk saling bertukar informasi, mengemukakan pendapat, melakukan polling ataupun pemilihan ketua RT/RW dan lain-lain yang bebas tanpa dibatasi waktu dan jarak melalui media e-Mail/Chatting/Web portal, disamping fungsi koneksi internet yang menjadi fasilitas utama. Bahkan fasilitas tersebut dapat dikembangkan hingga menjadi media telepon gratis dengan teknologi VoIP
- Turut serta dalam pengembangan internet murah di masyarakat.
- Membangun komunitas yang sadar akan kehadiran teknologi informasi dan internet.
- Sharing informasi dilingkungan RT/RW sehingga masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan disekitarnya.
- Mempromosikan setiap kegiatan masyarakat RT/RW ke Internet sehingga komunitas tersebut dapat lebih di kenal dan bisa dijadikan sarana untuk melakukan bisnis internet.
Tujuan lain dari RT/RW Net ini adalah membuat semacam Intranet yang berisi berbagai macam informasi tentang kegiatan yang ada di lingkungan sekitar. Dengan tersambungnya rumah-rumah ke jaringan Internet secara terus-menerus dan tidak terputus, maka bisnis internet diharapkan akan semakin marak termasuk pemanfaatan internet untuk pembayaran tagihan telpon, listrik, pengecekan Saldo Bank , pemesanan tiket Pesawat dll.

Untuk pendirian RT/RW Net ini, ada 2 biaya yang akan dikeluarkan yakni biaya investasi awal dan biaya iuran perbulan. Biaya investasi awal adalah biaya yang hanya dikeluarkan sekali yakni biaya untuk pembangunan infrastrukur. Sedangkan biaya iuran bulanan dan biaya operator adalah biaya yang akan dikeluarkan setiap bulan untuk membayar ke penyedia internet dimana besaranya akan tergantung dari besar bandwith atau kapasitas saluran yang akan disewa. Besaran biaya untuk iuran bulanan ini juga tergantung dari banyaknya pelanggan yang tergabung. Untuk koneksi Internet direncakan akan menggunakan jasa layanan Telkom yakni Speedy walau terkadang agak lambat untuk jam – jam tertentu.
Yang termasuk biaya investasi awal adalah biaya untuk pembuatan Netwotk (jaraingan) antar RT/RW dan biaya penyediaan perlengkapan untuk pemakai/warga yang ingin bergabung. Yang termasuk biaya yang akan dikeluarkan oleh calon pelanggan untuk pemenuhan perlengkapan adalah pembelian Komputer/Notebook, Wireless Card dan Antena Penerima
Untuk memulai proyek RT/RW Net harus ada tempat yang akan dijadikan sebagai Central (server) RT/RW-Net yakni tempat untuk mengelola system jaringan atau tempat akan diletakanya server perangkat modem, Billing Server, Access Point dan Switch dan juga sebagai tempat untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan /rumah setiap anggota.
Untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan maka ada dua cara yang umunya ditempuh yakni dengan menggunakan sistem kabel (UTP) dan sistem Wireless (Gelombang Radio). Dengan berbagai pertimbangan termasuk letak rumah para pelanggan yang tersebar maka sistem kabel tidak akan efisien jika harus menarik satu kabel kesetiap pelanggan/rumah karena jarak serta kontur tanah yang tidak rata. Dengan pertimbangan efesiensi dan efektifitas termasuk kemudahan maintenance maka kami usulkan untuk menggunakan system Wireless ketika akan mendistribusikan koneksi internet kesetiap rumah termasuk pembentukan sistem jaringan komputer atau Local Area Network (LAN).
Setiap warga yang ingin bergabung dalam komunitas RT/RW net ini maka peralatan yang dibutuhkan adalah :
- PC Desktop/Notebook
- Kartu Wireless ( untuk komputer/Notebook yang belum memilki Card Wireless/WiFi)
- Antena Yagi atau Wajan Bolik
Semua biaya untuk perlengkapan adalah biaya yang dibutuhkan oleh warga jika ingin bergabung dengan RT/RW. Jenis PC yang cocok buat warga, tipe wirless card yang bagus dan berkualitas serta jenis antena penerima yang akan dipasang disetiap rumah.
Tempat yang menjadi server akan dibangun sebuah tower/antena dengan ketinggian sekitar 25 meter sehingga bisa menjangkau seluruh rumah di Blok A termasuk rumah yang ada di Blok D. Dari tower ini akan dipasang sebuah antena dan Access Point sehingga frekuensi radio atau sinyal dapat ditangkap oleh semua pelanggan. perkiraan kebutuhan dana untuk memenuhi kebutuhan pendirian RT/RW-Net adalah sbb :
| style=”text-align: center; font-weight: bold; font-family: Arial;”> Jenis Peralatan |
style=”text-align: center; font-weight: bold; font-family: Arial;”>Harga | Keterangan |
| PC Server (OS Linux) |
2.500.000,- | style=”font-size: 9pt; font-family: Arial;”>Pentium IV Dual Core, 512MB DDR2, 80GB HDD SATA, 52x CD-ROM, VGA Integrated 128MB (shared), Audio, NIC onboard, 15 inch CRT Monitor |
href=”http://www.billinghotspot.com” target=”_blank”>Billing WiFi (RT/RW-Net) |
2.000.000,- | |
href=”http://www.mikrotik.com” target=”_blank”>RouterBoard RB 133 |
1.100.000,- | OS Level 4 |
| Power Over Ethernet (PPOE) |
100.000,- | |
| Outdoor Box TI-BOX |
135.000,- | 15×25×10 |
| Adaptor 20 V 4.5 A |
125.000,- | |
| Antenna Rubberduct 9 DB |
125.000,- | |
| MiniPCI WLM 54G P23 + PIGTAIL |
375.000,- | |
| Switch Hub |
120.000,- | 5 Port 10/100 |
| Connector RJ45 |
70.000,- | 1 Box |
| Konstruksi Antenna + Kabel Grounding +/- 35m |
9.500.000,- | Triangle 5 stick, 25 Meter (biasanya sudah termasuk biaya pemasangan dan Intalasi) |
style=”font-size: 10pt; font-family: Arial;”>Total Biaya Keseluruhan |
16.150.000,- |
Dari tabel diatas maka biaya untuk pembangunan RT/RW-Net adalah Rp. 16.150.000,- Biaya tersebut adalah biaya yang akan ditanggung bersama oleh warga yang ingin bergabung dengan RT/RW Net. Semakin banyak warga yang bergabung maka semakin murah biaya yang akan dikeluarkan untuk pembangunan ini
Posted by: agushasanudin04 on: 11/09/08
Seni harus mampu membebaskan diri dari belenggu kemapanan, dan kreativitas harus mampu memberi nilai tambah bagi kehidupan ini.
Pagi itu si petani tua menjumpai serumpun bambu di halaman rumahnya. Hari terus melaju, dan bambu-bambu itu pun semakin bertambah tinggi dan kuat. Petani tua itu berdiri di depan sebatang bambu yang tertinggi dan berkata, “Sobat, aku membutuhkanmu.”
Bambu itu pun menjawab, “Tuan, pakailah aku seperti yang engkau inginkan, aku siap membantu.” Lalu petani itu mulai berbicara serius, “Agar aku bisa memakaimu, engkau harus dibelah menjadi dua.”
Serumpun bambu bergoyang kencang. Mereka terkejut mendengar pernyataan si petani. Sebatang bambu itu pun gemetar, “Membelahku? Mengapa? Tidakkah tuan melihat bahwa aku ini bambu tertinggi dan terbaik di antara teman-temanku? Tuan, jangan belah aku. Pakailah aku seperti yang tuan kehendaki, tapi, please, jangan belah aku….”
Si petani mencoba memberi penjelasan kepada bambu itu, “Begini, jika aku tidak membelahmu, aku tidak bisa memakaimu.” Seluruh flora di kebun belakang rumah jadi heboh. Angin juga ikut menahan napasnya. Bambu yang tinggi semampai, anggun nan menawan itu pun berkata lirih, “Tuan, jika memang itu adalah satu-satunya jalan untuk memanfaatkan aku, maka lakukanlah! Aku menurut….”
“Tapi, itu hanya awalnya saja, “ petani tua itu ingin menjelaskan rencananya lebih lanjut, “Aku juga harus memotong semua cabang dan daunmu.”
“Ya Tuhan, jangan biarkan ini menimpaku!” jerit si bambu, “Tuan, apa yang akan tuan lakukan benar-benar akan merusak penampilanku. Tuan, kalau bisa, janganlah pangkas cabang dan daunku.”
“Jika aku tidak memangkas semua cabang dan membersihkan daunmu, bagaimana aku bisa memakaimu?” si petani mulai mendesak si bambu.
Matahari ikut prihatin dan menyembunyikan wajahnya. Sekawanan kupu-kupu terbang mengitari bambu itu dengan gelisah. Serumpun bambu di kebun benar-benar terpukul, dan akhirnya sebatang bambu itu menjawab, “Tuan, pangkaslah aku.”
“Sobat, aku juga harus menyakitimu lagi. Aku harus mengambil hati dan bagian dalammu. Aku harus mengeluarkan isi tubuhmu. Jika ini tidak aku lakukan, aku tidak akan bisa memakaimu.” Tak ada jawaban lagi dari sebatang bambu itu kecuali memberi isyarat patuh dan setuju saja.
Disaksikan serumpun bambu di kebun, si petani menebang bambu itu, membelahnya menjadi dua, memangkas semua cabang dan daun, serta mengosongkan ruas-ruas dalam tubuh bambu itu. Lalu, si petani membawa belahan bambu ke sebidang tanah yang kering, dan menghubungkannya dengan sumber air.
Air pun mengalir melalui bambu, membasahi dan membuat subur tanah yang kering. Akhirnya bambu menjadi paham akan hakikat hidupnya. Bambu memang harus dipotong, dibelah, dan dipangkas agar menjadi berkat bagi kehidupan. Demikian pula, seni harus mampu membebaskan diri dari belenggu kemapanan, dan kreativitas harus mampu memberi nilai tambah bagi kehidupan ini.
Posted by: agushasanudin04 on: 28/08/08
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!